Preambule…
Manusia…makhluk dengan otak dan akal pikiran yang dianalogikan oleh gerakan dan perbuatan. Manusia…hanya seonggok daging bernyawa yang mempunyai 2 tangan, 2 kaki, 2 mata, 2 telinga.
Tapi, manusia hanya punya 1 kepala, kenapa tidak 2 kepala saja sekalian?
inilah yang menjadi pertanyaan. esensinya, sebuah karya maha agung selalu melibatkan suatu pemikiran dan perencanaan yang sesuai. tidak mungkin tuhan menciptakan suatu karya ciptanya dengan sedikit “distorsi fungsi”. tuhan menciptakan manusia sesuai dengan alam dan kehidupannya didunia. Subhanallah…
itu hanya sedikit “kotretan” kecil…mari kita sederhanakan dan kita deskripsikan…
Jika dilihat secara struktural, pasti demikian adanya. 1 kepala, 2 kaki, 2 tangan, 2 mata, dan 2 telinga. ada satu maksud tertentu jika kita jabarkan dengan apa yang kita sebut “maksud tuhan”. contohnya, di dunia ini tidak kurang dari 2 milyar orang. majemuk. di negara kita saja, tidak kurang dari 200 juta jiwa. ada yang berprofesi sebagai pejabat, ada yang menjadi pedagang, guru, dll. tapi, cuma 1 orang yang memimpin negeri ini. inilah idealnya!…tidak akan maksimal jika dipimpin oleh banyak orang. itu jika dianalogikan dalam struktural pemerintahan…
Nah, jika kita analogikan dengan hal yang lebih simpel lagi, tentunya akan lebih terasa. coba kita kembali “review” hidup kita dalam 1 bulan terakhir saja. berapa banyak keinginan kita yang terpenuhi, berapa banyak mimpi yang tidak terealisasi, berapa banyak pengharapan yang akhirnya hanya menjadi sebuah “kentut”, terasa tapi tidak berupa. nah, akan lebih bijak jika pada akhirnya kita bertanya…“adakah satu poin saja dalam hidup kita sebulan terakhir ini yang sudah kita pegang dan selalu menjadi acuan hidup di bulan-bulan berikutnya? Nothing!!!”
Itulah manusia. dengan segala kelebihannya selalu saja ada celah kekurangannya. wajar! kalo tidak kurang namanya juga bukan manusia…tuhan!!tapi, justru acuan hidup tadi menjadi sangat esensial. jika kita mampu menyimpan satu saja esensi hidup dan akan menjadi fondasi untuk momentum hidup berikutnya, maka “run of life” akan terasa lebih berirama…percayalah, sebuah rumah akan lebih kuat dengan fondasi yang kuat pula, sebuah pohon akan bertahan dari tiupan angin kencang akibat “cengkeraman” akar yang kuat. so, dari sekian banyak mimpi, cerita, dan warna hidup yang kita rasakan setiap detik, setiap detak jantung, dan setiap denyut nadi, terdapat satu makna dan esensi hidup!!
teman, ambil esensi hidup tersebut dan jadikan satu “nadi” yang akan mendeskripsikan hidup kita berikutnya…Insya allah!!
it’s our huge world, its a complicated life, but…life is too short…
for my empty soul, my darkest mind, and my lost life!!
Cieee… Welcome to the club, brai!
BTW, lo ngomong apa sih, ber? :-p
ngigo gw! heuheuheu…
SALAH BESAR BRO!!!!!!!
Memang benar sebagian manusia hanya punya 1 kepala, tapi hanya sekitar 50% saja dari populasi dunia. Yg 50% lagi yg ketika lahir kromosomnya XY, dikasih 2 kepala. Kepala yg ukurannya lebih besar secara gak ilmiah biasanya disebut IMAN. Kepala yg satu lagi memang ukurannya jauh lebih kecil, tapi powernya seringkali lebih dominan, biasa disebut IMIN. Makanya sering ada istilah “SI IMAN MAH KUAT, TAPI HANJAKAL SI IMIN TEU KUAT” heuheuheu………
NB : Yg 50% lagi memang kepalanya 1, tapi bibirnya 2
BISA!!!!!!!!!!!!!!!!
ya, Indonesia BISAAAAAAA!!
*mengingat2 tragedi ‘jaga’ di helatan Kebangkitan Nasional di GBK kemarin itu, najesssssss!!*